Sabtu, 17 April 2010

Metode dan Sarana Dakwah

Uslub

Uslub atau metode dakwah, yaitu ilmu yang berhubungan dengan cara melangsungkan penyampaian dakwah dan menanggulangi rintangan-rintangannya. Metode dakwah yang bijak dilandasi dengan :
1. Mengetahui dan menentukan jenis penyakit masyarakat dan obatnya
2. Menghilangkan kesamaran-kesamaran yang menghalangi dakwah
3. Menggemarkankan untuk menerima kebenaran dan mengamalkannya
4. Memberikan pendidikan agar tidak kambuh lagi “penyakit” lamanya

Sarana Dakwah

Dakwah itu terdiri dari perkataan dan perbuatan. Apabila orang berdakwah hanya dengan perkataan yang baik, tanpa perbuatan baik, maka dakwahnya tak sempurna. Bahkan, perkataan itu sendiri dirusak oleh perbuatannya
Dari seluruh rangkaian dakwah, maka juru dakwah harus memiliki sifat :
a.Konsisten dengan apa yang didakwahkan, sesuai antara ucapan dan perbuatan
b.Ikhlas karena Allah
c.Mengikuti Nabi Muhammad SAW
d.Memiliki hujjah yang jelas nyata
e.Sabar dalam menanggung derita perjalanan dakwah
f.Jujur


Ilmu


Ilmu agama itu wajib dimiliki setiap muslim apalagi da’i. Kenapa?
Karena kebutuhan kita terhadap ilmu agama itu tidak kurang dari kebutuhan kita terhadap makan dan minum, pakaian dan obat. Karena dengan ilmu itulah tegaknya agama dan dunia.
Karena para penjajah menduduki negeri-negeri muslim dengan berbagai sebab, hanya saja sebab yang paling penting adalah kebodohan umat Islam
Tersebarnya aliran-aliran sesat yang merusak dan aliran-aliran bathil. Hal itu tidak terjadi kecuali karena adanya hati yang kosong. Maka aliran-aliran sesat, merusak, lagi bathil itu bersarang di hati. Karena hati yang kosong masyarakat yang kosong itu tidak terjaga denagn ilmu agama lalu ia menjadi mangsa tipuan kesesatan dan jatuh pada penyelewengan-penyelewengan.
Di sini kami peringatkan bahwa kebangkitan (kesadaran) Islam masa kini itu butuh pada thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu).
Tidak diragukan lagi bahwa da’wah tidak akan benar apabila dipimpin oleh mereka (yang tak berilmu syar’i). Dan perjuangan serta cita-cita dakwah ini akan sia-sia karena kepemimpinan yang jahil (bodoh) dengan urusan agama pasti akan melemahkan pelaksanaan kewajiban da’wah.
Namun sungguh mengherankan, banyak manusia sepakat, tidak mungkin seseorang mendirikan gedung kecuali dengan insinyur yang berilmu tentang bangunan. Sementara itu dalam urusan yang sangat penting, yaitu urusan dakwah, cukup dipimpin oleh orang-orang yang kurang ilmu agamanya?
Karena, generasi mendatang, para siswa dan mahasiswa, pemuda dan remaja kudu memperbaiki kerusakan dengan berbekal ilmu syar’I yang cukup, akhlak dan perilaku yang mulia. Itulah harapan kita demi tegak dan tingginya kalimah Allah SWT. Insya Allah!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar